Nasib sial menimpa seorang sopir truk bernama Solikin (45), warga asal Indramayu, Jawa Barat. Ia harus merasakan amukan warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, setelah nekat masuk ke dalam rumah warga secara misterius. Berdasarkan laporan yang dihimpun, peristiwa yang memicu kepanikan warga tersebut terjadi pada Jumat (12/9/2026). Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa insiden ini bermula dari keputusasaan personal yang berujung pada kesalahpahaman fatal di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, perjalanan Solikin bermula saat ia mengemudikan truk dari Jakarta menuju Jember. Di tengah perjalanan, ia memutuskan untuk memarkirkan kendaraannya sejenak di sekitar perbatasan wilayah Sukorame untuk beristirahat. Namun, situasi berubah drastis ketika ia menerima panggilan telepon dari istrinya yang sedang berada di Taiwan. Percakapan tersebut diduga menjadi titik balik yang mengguncang kondisi psikologis sang sopir.
Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiswanto, menjelaskan bahwa dalam sambungan telepon itu istri Solikin dikabarkan meminta cerai. "Menurut teman-temannya, sopir berangkat dari Jakarta menuju Jember. Di tengah perjalanan istirahat di perbatasan Sukorame, Kedungadem," ujar AKP Mat Suiswanto saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026). Tekanan batin yang mendalam diduga membuat Solikin kehilangan konsentrasi, meninggalkan truknya begitu saja, dan berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju area persawahan hingga masuk ke rumah warga.
Pemilik rumah yang mendapati orang asing berada di dalam kediamannya sontak merasa kaget dan langsung berteriak memanggil warga sekitar. Suasana semakin memanas ketika Solikin disebut sempat membentak saat ditanya oleh warga. Tanpa konfirmasi lebih lanjut dan diliputi kecurigaan, warga yang menduga pria tersebut adalah maling langsung beramai-ramai mengamankannya hingga berujung pada aksi main hakim sendiri.
Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek Kedungadem bergerak cepat mendatangkan lokasi kejadian untuk meredam situasi dan mengevakuasi korban. Mengingat Solikin mengalami sejumlah luka akibat pukulan warga, ia langsung dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan medis yang memadai. Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada niat jahat ataupun tindakan pencurian yang dilakukan oleh korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada barang berharga milik pemilik rumah yang hilang, dan korban murni masuk ke dalam rumah hanya untuk duduk akibat kebingungan. "Tidak maling, Mas. Dia hanya masuk dan duduk. Yang punya rumah kaget dan memanggil orang," tegas AKP Mat Suiswanto. Guna menyelesaikan persoalan ini secara damai, pihak kepolisian berencana mempertemukan Solikin, pemilik rumah, serta perangkat Desa Kesongo untuk melakukan mediasi komprehensif.