Memiliki dana segar sebesar USD 10.000 tentu menjadi pencapaian finansial yang membanggakan bagi siapa saja. Alih-alih hanya mengendapkannya begitu saja di rekening biasa, dana tersebut ternyata bisa "bekerja" menghasilkan pemasukan tambahan melalui sistem bunga yang ditawarkan oleh pihak perbankan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, banyak nasabah yang kerap terjebak dengan menaruh uang di bank konvensional tradisional tanpa menyadari potensi imbal hasil yang lebih menggiurkan di tempat lain. "Pemilihan jenis akun tabungan menentukan seberapa cepat uang Anda berlipat ganda dalam setahun," demikian catatan yang dihimpun dari laporan keuangan global.
Mekanisme bunga majemuk atau compound interest memegang peran kunci dalam pertumbuhan aset ini. Jika seseorang menaruh USD 10.000 pada akun dengan tingkat bunga 4 persen, perhitungan bunga sederhana akan menghasilkan USD 400 dalam setahun, namun angka tersebut bisa membengkak jika bunga dibayarkan secara harian atau bulanan.
Selain high-yield savings account atau HYSA yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, instrumen seperti Certificate of Deposit atau CD serta Money Market Account juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nasabah perlu jeli menimbang antara potensi keuntungan maksimal dengan tingkat likuiditas dana yang dibutuhkan.
Tim analis mencatat bahwa faktor biaya administrasi tersembunyi dan syarat saldo minimum kerap menggerus keuntungan bersih nasabah. Oleh karena itu, kebiasaan malas berpindah bank konvensional harus ditinggalkan demi mengoptimalkan pertumbuhan kekayaan di tengah dinamika ekonomi saat ini.