Kabar mengejutkan datang dari penulis buku keuangan terlaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, yang dilaporkan memiliki tumpukan utang hingga mencapai USD 1,2 miliar. Berdasarkan analisis awak media, angka fantastis tersebut ternyata bukanlah beban finansial pribadi yang harus ditanggungnya seorang diri, melainkan bagian dari strategi bisnis yang terencana.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan oleh Yahoo Finance, mantan istri sekaligus mitra bisnis Kiyosaki, Kim Kiyosaki, menjelaskan bahwa utang tersebut dipegang oleh sekelompok investor real estat dalam portofolio yang mencakup ribuan unit apartemen. Pengaturan hukum yang digunakan juga dirancang untuk meminimalisasi tanggung jawab personal para investor.
Dalam filosofi keuangannya, Kiyosaki secara tegas membedakan antara utang baik dan utang buruk. Menurutnya, utang yang digunakan untuk membeli aset produktif dan menghasilkan arus kas positif setiap bulannya justru merupakan instrumen penting untuk melipatgandakan kekayaan, alih-alih menghindari utang sama sekali.
Meskipun strategi ini terbukti sukses mengantar Kiyosaki pada kejayaan finansial, para ahli memperingatkan bahwa metode tersebut tidak mudah ditiru di era modern. Chris Galeski, seorang penasihat keuangan, mengungkapkan bahwa kesuksesan Kiyosaki dibangun dalam rentang waktu puluhan tahun dengan kondisi suku bunga rendah yang sangat berbeda dari situasi pasar saat ini.
Selain itu, pandangan Kiyosaki yang menolak konsep hidup di bawah pas-pasan atau menabung secara konvensional menuai perdebatan di kalangan pakar. Sebagian pengamat menilai bahwa disiplin anggaran tetap diperlukan sebagai fondasi awal untuk mengumpulkan modal sebelum akhirnya dialokasikan ke instrumen investasi yang menghasilkan aset produktif.