Ketegangan menyelimuti dunia pelayaran nasional setelah kapal penumpang Virgo Transport 8 dikabarkan hilang kontak di tengah ganasnya perairan Laut Jawa. Berdasarkan data yang dihimpun, kapal berukuran besar tersebut membawa total 243 jiwa yang terdiri dari penumpang dan anak buah kapal dengan rute pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan catatan otoritas pelayaran, kapal tersebut resmi melepaskan sauh atau lepas sandar dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Namun nahas, ketika menyusuri rute pelayaran di tengah Laut Jawa, komunikasi dengan pihak kapal mendadak terputus total setelah sempat diterpa kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, membeberkan bahwa sinyal kapal terpantau terputus pada Minggu dini hari. "Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," ujar Putu dalam keterangan resminya.
Pihak Basarnas bergerak cepat setelah menerima laporan resmi dari manajemen PT Virgo. Berdasarkan analisis awak media, respons cepat ini sangat krusial mengingat faktor cuaca maritim yang dinamis serta keselamatan ratusan nyawa yang berada di atas kapal menjadi prioritas utama penanganan darurat.
Sebagai langkah taktis, tim SAR gabungan langsung mengerahkan armada laut andalan mereka yakni KN SAR Laksmana 241 yang membawa personel terlatih menuju titik koordinat terakhir. Perjalanan evakuasi dan penyisiran di tengah Laut Jawa ini diperkirakan memakan waktu tempuh hingga lima jam perjalanan.
Operasi pencarian besar-besaran ini juga melibatkan koordinasi lintas instansi yang solid, mulai dari KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, hingga PT Pelindo Banjarmasin. Seluruh unsur bahu-membahu memperluas sektor pencarian sambil terus memantau pemutakhiran data cuaca dari BMKG.
Menanggapi kecemasan publik, pihak Basarnas mengimbau kepada seluruh keluarga dan kerabat penumpang agar tetap tenang dan tidak panik. Tim gabungan berjanji akan terus memberikan transparansi informasi berkala mengenai perkembangan operasi pencarian di lapangan.