Ketegangan menyelimuti keluarga para pekerja ekspedisi setelah kapal pengangkut kendaraan yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di tengah laut. Perasaan cemas bercampur lega seketika menyelimuti M Lutfi (28), warga Mojokerto, saat menerima kabar bahwa sang kakak, Syaiful Nurudin (36), berhasil lolos dari maut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Belum tahu kronologinya gimana," ungkap Lutfi saat ditemui di kantor PT Virgo Karya Shipping (VKS), Surabaya, sebagaimana dilaporkan awak media.
Berdasarkan penelusuran tim redaksi, insiden ini bermula ketika Syaiful bersama rekan kerjanya berangkat menggunakan truk ekspedisi menyeberang menuju Banjarmasin menumpang KM Virgo Transport 8. Namun, situasi berubah mencekam ketika kabar hilangnya kontak kapal tersebut tersiar luas pada dini hari, memicu kepanikan keluarga yang langsung mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak serta kantor pusat operator kapal di Jalan Perak Barat.
Titik terang mulai muncul setelah manajemen kapal menyampaikan informasi bahwa Syaiful telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh KM Haida dan kini berada dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Kendati demikian, rasa syukur tersebut belum sepenuhnya utuh lantaran rekan satu perjalanan Syaiful hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Cuma ketemu satu, kakak saya. Dievakuasi ke Banjarmasin. Diselamatkan KM Haida," tutur Lutfi dengan nada penuh harap.
Dari analisis tim redaksi, situasi di sekitar kantor operator kapal tampak dipenuhi oleh keluarga korban yang masih menanti kepastian nasib sanak saudara mereka. Hingga berita ini diturunkan, komunikasi langsung dengan Syaiful belum dapat dilakukan karena keterbatasan data resmi dari posko pencarian, membuat pihak keluarga memilih bertahan demi menanti kabar rekan korban yang belum ditemukan.