Ketegangan dan kecemasan mendalam menyelimuti kerabat penumpang KM Virgo Transport 8 setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut dikabarkan hilang kontak. Situasi ini mendorong belasan anggota keluarga korban bergerak mendatangi kantor perusahaan pemilik kapal, PT Virgo Karya Shipping, yang terletak di kawasan Jalan Perak Barat, Surabaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, para keluarga terpaksa bertahan di luar pagar lantaran gerbang besi kantor tertutup rapat dengan celah sempit yang hanya terbuka selebar jengkal tangan. Pihak perusahaan pun dinilai tertutup dan tidak memberikan ruang bagi keluarga untuk mendapat kepastian langsung di tempat.
Upaya komunikasi yang coba dilakukan awak media kepada beberapa pegawai di balik pintu tertutup hanya berbuah arahan singkat. "Di pelabuhan, di posko," ucap salah satu karyawan sebelum akhirnya menutup rapat pintu gerbang tersebut dari hadapan para keluarga yang telantar.
Salah satu keluarga korban bernama M. Lutfi mengungkapkan bahwa ia bersama kerabat lainnya sudah menunggu kepastian sejak pagi buta tanpa memegang kronologi yang jelas. "Ini semua menunggu dari pihak kantor kapal. Saya dari pagi jam 08.00 WIB ke sini, belum tahu kronologinya," ujar Lutfi dengan nada penuh harap.
Meski pihak perusahaan sempat mengarahkan seluruh pencarian informasi ke posko resmi di Pelabuhan Tanjung Perak, Lutfi memilih bertahan di depan kantor pusat demi mencari kejelasan mengenai nasib kakaknya yang ikut menyeberang bersama armada truk ekspedisi. "Tanya soal kakak saya dan temannya kirim barang, kerjanya di ekspedisi, bawa truk," imbuhnya.