Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menekan angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Pemkot Surabaya resmi membuka sebanyak 2.463 peluang lowongan pekerjaan yang dikhususkan bagi warga kategori desil 1-3 pada usia produktif yang belum memiliki penghasilan tetap.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah strategis ini diambil setelah pemerintah kota merampungkan data komprehensif mengenai warga usia produktif yang sangat membutuhkan intervensi pekerjaan. Dari proses pendataan tersebut, tercatat ada 2.463 jiwa yang menjadi sasaran utama untuk disandingkan langsung dengan puluhan korporasi mitra pemerintah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan bahwa pihaknya tidak sekadar menyalurkan para pencari kerja ke puluhan perusahaan mitra. Sebagaimana dilaporkan dalam keterangannya, pemerintah daerah juga memberikan bimbingan intensif mulai dari penyusunan berkas lamaran yang memenuhi standar industri hingga pelatihan teknik menghadapi proses wawancara kerja.
Dari analisis awak media, program intervensi ini dirancang secara terpadu karena pemerintah turut membekali para peserta dengan akun personal pada aplikasi khusus bernama ASSiK atau Arek Suroboyo Siap Kerjo. Melalui platform digital tersebut, para pencari kerja dapat memantau status lamaran serta menerima pemberitahuan panggilan seleksi secara langsung melalui gawai mereka masing-masing tanpa takut terlewat.