Turnamen Grand Slam US Open kembali diwarnai polemik setelah aksi kontroversial yang dilakukan oleh petenis unggulan asal Jerman, Alexander Zverev. Di tengah langkah suksesnya menuju babak final untuk menghadapi Ben Shelton, kebiasaan unik sang atlet di lapangan justru menuai kritik tajam dari legenda tenis dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan media olahraga internasional, Zverev diketahui kerap memantulkan bola puluhan kali sebelum melepaskan servis. Kebiasaan ini tidak hanya mengganggu konsentrasi lawan mainnya di lapangan, tetapi juga memicu perdebatan panjang di kalangan pengamat serta mantan atlet profesional.
Mantan juara US Open asal Amerika Serikat, Andy Roddick, secara terbuka menyuarakan kekesalannya melalui podcast "Served with Andy Roddick". Ia mendesak otoritas tenis dunia untuk segera mengubah regulasi yang berlaku demi membatasi aksi membuang-buang waktu tersebut.
Menurut pernyataan Roddick, aturan pembatasan waktu servis saat ini masih memiliki celah yang dimanfaatkan oleh sang petenis. "Aturan harus diubah. Anda tidak bisa memantulkan bola sebanyak 20 kali lebih antara servis pertama dan kedua lalu bertindak terkejut saat pertandingan selesai pukul tiga pagi", ujar Roddick mengecam kebiasaan tersebut.
Keluhan serupa juga datang dari lawannya di babak sebelumnya, Karen Khachanov, yang merasa dirugikan oleh ritme servis Zverev yang lambat. Khachanov menjelaskan bahwa tindakan tersebut memaksa para pemain lawan untuk terus mengulang persiapan dan melakukan split-step berulang kali dalam setiap poinnya.
Menanggapi berbagai kritik pedas yang diarahkan kepadanya, Zverev memberikan pembelaan diri usai memastikan tiket ke partai puncak. Sang atlet berdalih bahwa kebiasaan memantulkan bola hingga ribuan kali tersebut sama sekali tidak dilakukannya secara sengaja ataupun dihitung di dalam kepalanya.
Dari analisis tim redaksi, polemic mengenai durasi servis ini menyoroti perlunya pembaruan regulasi agar jalannya pertandingan tenis profesional tetap efisien dan adil bagi semua pihak. Tekanan kini berada di tangan pengawas pertandingan untuk menegakkan aturan batas waktu dengan lebih ketat.