Panggung megah New York kembali menjadi saksi sejarah baru dalam dunia tenis profesional. Partai puncak tunggal putra US Open 2026 mempertemukan dua kekuatan besar, Ben Shelton dan Alexander Zverev, yang siap saling bunuh demi mencatatkan nama mereka di lembaran emas olahraga raket.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan resmi dari pihak penyelenggara, turnamen tahun ini mencatatkan sejarah baru dengan total dana kompensasi pemain mencapai 108 juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut melonjak drastis sebesar 20 persen dibanding musim lalu, menjadikan laga pamungkas ini sebagai medan juang dengan bayaran paling menggiurkan sepanjang sejarah.
Mengutip rincian dari awak media, sang juara tunggal US Open kali ini akan membawa pulang cek tunai sebesar 5,5 juta dolar atau selisih 2,7 juta dolar lebih tinggi dibanding yang didapatkan oleh pihak runner-up. "Siapa pun yang mengangkat trofi akan mencetak sejarah baru dengan cek kemenangan terbesar dalam sejarah tenis," tulis laporan tersebut.
Analisis tim redaksi menilai bahwa nilai hadiah yang fantastis ini tidak hanya akan mengubah pundi-pundi keuangan kedua petenis, tetapi juga mengukuhkan US Open sebagai turnamen Grand Slam dengan daya tarik finansial paling dominan. Sebagai perbandingan, hadiah juara US Open jauh melampaui gelaran Wimbledon 2026 yang "hanya" menggelontorkan 4,9 juta dolar bagi sang juara.
Bagi Ben Shelton, kemenangan pada laga ini akan menjadi titel Grand Slam pertama dalam kariernya sekaligus mengukir catatan manis. Di sisi lain, Alexander Zverev berambisi menambah koleksi trofi mayornya musim ini setelah sebelumnya sukses mengamankan gelar juara di tanah liat French Open.