Kepanikan mencekam melanda para penumpang KM Virgo Transport 8 saat kapal kargo atau penumpang tersebut secara mendadak mengalami kemiringan ekstrem ke sisi kiri di perairan Laut Jawa, Minggu dini hari WIB. Tanpa diduga sedikit pun oleh para penumpang yang sedang beristirahat, tragedi maritim ini terjadi begitu cepat hingga memicu situasi darurat di tengah laut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan penuturan salah satu penyintas bernama Ahmad Saudi, tidak ada satu pun tanda peringatan berupa bunyi alarm ataupun pengumuman resmi dari pihak kru kapal sebelum insiden miring tersebut terjadi. Ahmad yang kala itu tengah tertidur lelap di atas sofa mendadak terbangun usai mendengar teriakan panik dari penumpang lain yang berlari memberitahukan kondisi kapal.
"Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah," ujar Ahmad saat memberikan kesaksian di posko kesehatan darurat Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dari analisis tim redaksi, ketiadaan sistem peringatan dini atau alarm yang berfungsi optimal saat situasi darurat di atas kapal kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan pelayaran yang ketat. Keterlambatan informasi kepada penumpang berisiko mempersempit peluang evakuasi mandiri ketika musibah di tengah laut terjadi secara tiba-tiba.
Hingga kini, pihak berwenang bersama unsur SAR terkait masih melakukan pendataan serta penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti mengapa KM Virgo Transport 8 bisa mengalami kemiringan ekstrem tanpa adanya respons peringatan dini di sepanjang rute pelayaran tersebut.