Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / berita / Harga CPO Agustus Anjlok, Kemendag...
BERITA

Harga CPO Agustus Anjlok, Kemendag Ungkap Penyebab Utamanya

By Dea Sefilla Reynata • 2 min read • 1 Agustus 2026
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit dan minyak kelapa sawit mentah CPO di Indonesia

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit dan minyak kelapa sawit mentah CPO di Indonesia

Kementerian Perdagangan menyampaikan bahwa harga referensi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil untuk periode Agustus 2026 mengalami penurunan. Berdasarkan laporan resmi, pelemahan harga ini dipicu oleh lesunya tingkat permintaan di pasar global, khususnya dari India yang selama ini menjadi salah satu negara importir utama komoditas tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa harga referensi CPO untuk penetapan bea keluar dan pungutan ekspor pada rentang 1 hingga 31 Agustus 2026 dipatok sebesar 996,52 dolar AS per metrik ton, atau setara dengan kisaran Rp17,93 juta per metrik ton.

Nilai tersebut menunjukkan koreksi tipis sebesar 4,38 dolar AS atau sekitar Rp78.840 per metrik ton jika dibandingkan dengan periode sebelumnya pada bulan Juli 2026, di mana harga referensi CPO sempat berada di angka 1.000,90 dolar AS per metrik ton atau setara Rp18,01 juta.

Menurut analisis awak media, penurunan harga komoditas andalan ekspor ini juga tidak terlepas dari tren penurunan harga minyak mentah dunia yang turut memengaruhi pergerakan pasar energi global. Akibat penyesuaian harga referensi tersebut, pemerintah menetapkan besaran bea keluar CPO untuk periode Agustus 2026 sebesar 148 dolar AS per metrik ton atau sekitar Rp2,66 juta per metrik ton.

Topics
kemendag cpo minyak sawit ekonomi perdagangan bea keluar indonesia
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Dea adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, bisnis, dan keuangan. Lulusan Universitas Brawijaya (UB), ia menyajikan berita ekonomi yang mudah dipahami namun tetap mendalam. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi, pasar modal, UMKM, dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.