Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / berita / Daftar 5 Fakta Anggota DPRD Malang...
BERITA

Daftar 5 Fakta Anggota DPRD Malang Dihajar Warga, Gara-gara Bendungan Lahor

By Faris Mahmud Wardany • 2 min read • 13 September 2026
Gedung DPRD Kabupaten Malang lokasi penganiayaan anggota dewan

Gedung DPRD Kabupaten Malang lokasi penganiayaan anggota dewan

Peristiwa kekerasan yang melibatkan wakil rakyat kembali mencuri perhatian publik setelah seorang anggota DPRD Kabupaten Malang menjadi korban penganiayaan saat menemui massa aksi. Berdasarkan laporan awak media, insiden tersebut bermula ketika sekelompok warga dari kawasan Sumberpucung mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Malang pada Jumat, 11 September 2026. Kedatangan mereka dipimpin oleh seorang warga bernama Hadi Wiyono alias Pak Dur guna menyampaikan tuntutan agar akses di atas Puncak Bendungan Lahor dibuka kembali selama 24 jam penuh tanpa ada pembatasan.

Berdasarkan analisis tim redaksi, konflik ini dipicu oleh kebijakan pembatasan lalu lintas yang sebelumnya diberlakukan oleh Perum Jasa Tirta I sejak 1 Agustus 2026. Penutupan akses tersebut sebenarnya dilakukan sebagai langkah mitigasi demi melindungi aset Objek Vital Nasional. Kendati demikian, kebijakan itu menuai protes keras dari warga sekitar karena dinilai memutus jalur penghubung penting antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, sehingga berdampak langsung pada pelemahan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Situasi di Gedung DPRD Kabupaten Malang mendadak berubah tegang ketika terjadi perdebatan sengit antara pimpinan aksi dengan anggota dewan yang menerima kedatangan mereka. Melihat suasana yang semakin memanas, Zulham Akhmad Mubarok yang menjabat sebagai anggota dewan berinisiatif datang untuk menengahi perdebatan tersebut. Namun, niat baik untuk meredakan ketegangan justru berujung pada tindakan represif dari pelaku yang melontarkan kata-kata kasar hingga melakukan penyerangan fisik secara langsung di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tindakan arogan pelaku tidak berhenti di dalam gedung saja, melainkan berlanjut hingga ke halaman luar gedung dewan di mana pelaku sempat menantang seluruh anggota DPRD untuk berkelahi. Saat korban mencoba mempertanyakan tantangan tersebut, pelaku kembali melancarkan pukulan dan sundulan bertubi-tubi ke arah kepala korban. Aksi brutal tersebut baru berhasil diredam setelah situasi berhasil dikendalikan, meskipun pelaku sempat melemparkan botol air mineral ke arah korban sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Akibat penganiayaan bertubi-tubi tersebut, korban langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan guna mendapatkan penanganan medis intensif akibat luka-luka yang dideritanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami benjolan cukup parah di kepala bagian kiri, rasa nyeri di sekitar kepala, serta luka sobek pada bagian bibir. Tidak terima atas perlakuan arogan tersebut, korban secara resmi melaporkan pelaku ke pihak kepolisian dengan melampirkan hasil visum et repertum sebagai barang bukti penunjang penegakan hukum.

Topics
dprd malang bendungan lahor zulham akhmad mubarok penganiayaan kabupaten malang berita hukum perum jasa tirta i
Jurnalis Hukum & Kriminal

Faris adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.