Langkah strategis kembali diambil oleh pemerintah Indonesia dalam memperkuat pilar pertahanan di Asia Tenggara. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan urgensi peningkatan kerja Sama pertahanan dan keamanan bersama Thailand sebagai kunci utama dalam merawat stabilitas kawasan yang dinamis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, komitmen penting tersebut disuarakan secara langsung oleh kepala negara dalam agenda pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum bersejarah karena menandai lawatan perdana Anutin ke Indonesia setelah resmi mengemban jabatan sebagai pemimpin pemerintahan negeri Gajah Putih.
Dalam forum tersebut, Prabowo menilai bahwa hubungan bilateral di sektor pertahanan harus dinaikkan ke level yang lebih tinggi. Penguatan ini dinilai mendesak untuk diwujudkan melalui kolaborasi intensif antara jajaran Tentara Nasional Indonesia dan militer Thailand, termasuk memperluas porsi latihan bersama.
"Kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan pertahanan. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan," ujar Prabowo saat memaparkan pandangannya dalam pertemuan strategis tersebut.
Menanggapi dorongan kuat dari Jakarta, Perdana Menteri Thailand menyatakan kesiapan penuh negaranya untuk memperluas cakupan kemitraan, khususnya di sektor industri pertahanan strategis. Bahkan, Anutin secara khusus menawarkan pasokan alat utama sistem senjata yang relevan bagi kebutuhan operasional militer tanah air.
Bentuk konkret dari tawaran tersebut adalah penyediaan kendaraan lapis baja amfibi beroda atau Amphibious Wheeled Armored Vehicle untuk memperkuat kekuatan alutsista Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Model kendaraan tempur modern itu disebut sudah teruji karena saat ini menjadi andalan yang aktif dioperasikan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand.
Dari analisis awak media, langkah diplomasi pertahanan ini tidak hanya bernilai ekonomi semata, melainkan sebuah bentuk aliansi kepercayaan regional yang kian erat. Keinginan Thailand memasok alutsista menunjukkan adanya transfer teknologi sekaligus kepercayaan mendalam terhadap kapabilitas militer Indonesia di kancah regional.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan penting tersebut, PM Thailand turut melayangkan undangan resmi kepada perwakilan Indonesia untuk menghadiri pameran pertahanan dan keamanan internasional yang dijadwalkan bergulir di negaranya pada bulan November tahun depan.
Di sisi lain, pengamat menilai bahwa lawatan yang baru pertama kali terjadi dari seorang PM Thailand ke Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini akan menjadi babak baru poros stabilitas ASEAN. Kolaborasi industri pertahanan diyakini mampu membentengi kawasan dari berbagai potensi ancaman geopolitik global di masa mendatang.