Aksi nekat seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR yang melompat dari lantai 6 gedung kampus sempat memicu berbagai spekulasi liar di media sosial. Sejumlah netizen mengaitkan peristiwa tragis tersebut dengan tekanan akademik maupun masalah kelulusan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Namun, pihak kepolisian bersama jajaran kampus bergerak cepat meluruskan berbagai informasi yang keliru tersebut setelah melakukan penyelidikan mendalam di tempat kejadian perkara. Berdasarkan keterangan resmi aparat berwenang, korban yang tercatat sebagai mahasiswa semester 3 ini memiliki rekam jejak akademik yang sangat cemerlang dengan pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK mencapai 3,8.
Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, Kapolsek Lowokwaru Komisaris Anang Tri Hananta mengungkapkan bahwa motif di balik tindakan tersebut mendarah daging pada persoalan asmara pribadi korban. Menurut keterangan para saksi dan rekan terdekat, korban diduga sempat terlibat perselisihan hebat dengan sang kekasih sebelum insiden tersebut terjadi di area kampus.
Berdasarkan analisis awak media dan pengamatan dari laporan kepolisian, dinamika emosional anak muda sering kali menjadi faktor rentan yang memicu tindakan impulsif di luar dugaan. Hubungan personal yang merenggang terbukti mampu mengguncang kondisi psikologis seseorang secara mendadak, terlepas dari prestasi akademik yang gemilang dan membanggakan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Anang menjelaskan bahwa kekasih korban sempat melontarkan ancaman pemutusan hubungan asmara karena dilanda kecurigaan berlebihan. Tekanan emosional sesaat akibat ancaman tersebut diduga menjadi pemicu utama korban mengambil keputusan tragis untuk melompat dari ketinggian kurang lebih 20 meter.
Guna merangkkai kronologi secara utuh, tim penyidik Polsek Lowokwaru telah meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci termasuk rekan kuliah, dosen pengajar, hingga pemilik tempat kos korban. Langkah sterilisasi lokasi melalui pemasangan garis polisi di area parkir Gedung A Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan juga langsung dilakukan demi kepentingan investigasi.
Akibat benturan keras saat terjatuh dari ketinggian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang guna mendapatkan tindakan medis darurat. Tim dokter menyatakan bahwa korban menderita sejumlah luka parah seperti patah tulang pada bagian kaki, tangan, serta bahu, sehingga harus menjalani serangkaian operasi pemulihan intensif.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat menggali keterangan secara langsung dari korban mengingat kondisi kesehatan fisik dan mental yang masih memerlukan pemulihan total. Di sisi lain, pihak rektorat Universitas Brawijaya secara tegas telah membantah seluruh isu miring yang mengaitkan insiden ini dengan kegagalan ospek atau beban studi kedokteran.