Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Oracle Corp. Chairman sekaligus pendiri perusahaan tersebut, Larry Ellison, secara resmi membatalkan rencana besar untuk mendivestasikan sahamnya yang bernilai fantastis di pasaran, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebelumnya, rencana penjualan yang mencakup hingga 50 juta lembar saham dengan estimasi nilai mencapai USD 7,5 miliar sempat diumumkan ke publik. Berdasarkan analisis awak media, langkah awal tersebut sempat memicu spekulasi luas di kalangan investor mengingat skala dana yang masif.
Namun, pihak perusahaan langsung memberikan klarifikasi tegas melalui pernyataan resminya. "No Oracle stock was sold under that plan, and he has no other plans to sell any of his Oracle stock," demikian penegasan pihak Oracle untuk meredakan kekhawatiran pasar.
Keputusan pembatalan ini diambil di tengah sorotan ketat pasar terhadap langkah ekspansi agresif Oracle. Perusahaan teknologi awan tersebut diketahui tengah menghadapi tekanan finansial akibat belanja masif terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence, yang melibatkan klien-klien besar seperti OpenAI.
Tekanan terhadap neraca keuangan Oracle juga berdampak pada langkah efisiensi operasional internal. Berdasarkan laporan, perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja dalam skala besar dan menaikkan proyeksi biaya restrukturisasi tenaga kerja hingga mencapai USD 2,8 miliar.
Meskipun demikian, keputusan Larry Ellison untuk mempertahankan seluruh kepemilikan sahamnya dinilai sebagai sinyal positif untuk memulihkan kepercayaan investor. Langkah ini diharapkan mampu meredam volatilitas harga saham Oracle yang sempat mengalami tekanan di lantai bursa.