Tim Dokkes Polres Malang turun tangan memeriksa kondisi kesehatan para petugas gabungan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo. Langkah cepat ini diambil demi memastikan stamina dan fisik personel tetap terjaga di tengah kepungan asap pekat serta kondisi cuaca kering di lokasi kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan di lapangan, Kepala Seksi Dokkes Polres Malang dr Anita Rahmawati menyatakan bahwa pemeriksaan medis mencakup pengecekan tekanan darah hingga penanganan darurat bagi anggota yang bertugas di Pos Jemplang.
"Hari ini kami memeriksa kondisi anggota yang telah melakukan pengamanan penanganan kebakaran. Kami melakukan pemeriksaan tekanan darah dan menanyakan kondisi kesehatan mereka," ujar Anita kepada awak media pada Minggu (13/9/2026).
Selain pemeriksaan fisik secara berkala, Tim Dokkes juga membagikan masker khusus serta suplemen vitamin kepada seluruh personel gabungan yang terlibat. Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat paparan asap tebal dan buruknya kualitas udara sangat berisiko memicu penurunan stamina serta masalah pernapasan.
"Penggunaan masker ini efektif untuk mengurangi keluhan batuk. Karena stamina banyak yang menurun, kami juga berikan suplemen vitamin. Pembagian ini bukan hanya untuk anggota Polri, tapi seluruh petugas gabungan," jelasnya lebih lanjut.
Berdasarkan analisis dari hasil pemeriksaan terhadap sekitar 50 personel gabungan, keluhan kesehatan yang paling dominan dirasakan para petugas selain batuk adalah pusing kepala. Kondisi tersebut dipicu oleh penurunan kadar oksigen akibat kualitas udara yang memburuk di sekitar titik kebakaran serta kurangnya waktu istirahat.
"Banyak yang mengeluh pusing karena asap ini membuat kualitas udara kurang bagus, sehingga aliran oksigen ke otak berkurang. Beberapa personel juga mengalami kenaikan tekanan darah akibat kurang istirahat," ungkap Anita.
Terkait potensi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut, pihak medis memastikan sejauh ini belum ditemukan laporan yang parah meskipun penanganan langsung telah diberikan kepada mereka yang batuk. Sementara itu, satu personel yang sempat mengalami luka bakar ringan di bagian kaki juga telah mendapatkan perawatan intensif.
Guna mengantisipasi situasi darurat ke depan, Tim Dokkes Polres Malang terus berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menyiagakan tenaga medis secara bergantian di lokasi. Kehadiran tim medis ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan perlindungan kesehatan optimal bagi seluruh pejuang pemadaman karhutla.