Persebaya Surabaya bersiap menghadapi ujian berat pada pekan kedua Super League 2026/2027 dengan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, laga kandang perdana ini sarat akan emosi karena Bajul Ijo bertekad membalas kekalahan menyakitkan yang mereka derita dari lawan yang sama pada musim lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kenangan pahit takluk 0-1 di kandang sendiri akibat gol menit akhir masih membekas di benak skuad tuan rumah. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dengan tegas meminta anak asuhnya untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga agar tidak kembali kehilangan konsentrasi di lapangan.
"Kami masih ingat bahwa musim lalu mereka berhasil mengalahkan kami dengan skor 1-0 dan kami kehilangan tiga poin setelah kebobolan pada menit-menit akhir," ujar Tavares dalam sesi jumpa pers menjelang pertandingan.
Berdasarkan analisis awak media, meski Persebaya bertindak sebagai tuan rumah, misi meraih tiga poin penuh dipastikan tidak akan berjalan mudah. Pasalnya, PSIM datang dengan modal positif usai menahan imbang Persita Tangerang 1-1 pada laga pembuka, serta membawa komposisi skuad yang kompetitif di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel.
Di sisi lain, kubu Laskar Mataram tampak sangat antusias menyambut atmosfer tekanan dari puluhan ribu suporter tuan rumah. Bek PSIM, Jop van der Avert, menyatakan kesiapan timnya setelah mendengar cerita mengenai atmosfer luar biasa di stadion kebanggaan pendukung setia Persebaya tersebut.
Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi Green Force untuk mengamankan kemenangan perdana musim ini. Laga seru antara dua tim kuat ini akan disiarkan dan dinantikan publik pencinta sepak bola nasional pada malam hari nanti.