Penampilan perdana Saddil Ramdani bersama Persebaya Surabaya untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 masih menyisakan teka-teki. Menjelang laga kandang perdana menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, jajaran pelatih Bajol Ijo belum memberikan garansi menit bermain bagi sang rekrutan baru.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kehadiran Saddil yang didatangkan dengan status pinjaman dari Persib Bandung sejatinya diharapkan mampu mendongkrak kedalaman skuad asuhan Bernardo Tavares. Berdasarkan analisis tim redaksi, fleksibilitas posisi yang dimiliki pemain berusia 27 tahun itu menjadi aset berharga dalam memperkaya variasi serangan tim.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku sudah sangat mengenal karakter permainan Saddil jauh sebelum bergabung ke Surabaya. Juru taktik asal Portugal tersebut pernah memantau langsung aksi sang winger ketika keduanya masih berkiprah di Liga Malaysia.
Menurut Tavares, Saddil merupakan pemain multitalenta yang memiliki kemampuan untuk beroperasi di berbagai posisi lini depan, mulai dari sayap kiri, sayap kanan, hingga penyerang lubang di belakang striker. Fleksibilitas ini membuat sang pemain dinilai sangat cocok dengan skema taktik yang dikembangkannya.
Kendati demikian, proses adaptasi yang masih berjalan serta minimnya menit bermain pada musim sebelumnya membuat tim pelatih harus bersabar. Mengutip laporan dari sesi konferensi pers, Tavares menegaskan bahwa keputusan untuk menurunkan Saddil akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi fisik dalam sesi latihan terakhir.
Pihak klub tidak ingin terburu-buru menurunkan sang pemain tanpa persiapan yang matang demi meminimalkan risiko cedera. Dengan sisa waktu latihan yang ada, kebugaran dan kesiapan taktik Saddil akan terus dipantau secara seksama sebelum daftar susunan pemain dirilis.